Pengambilan Sumpah dan Pelantikan PNS BRMP TRI: Wujudkan ASN Berintegritas untuk Ketahanan Pangan
Sebanyak empat orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari Balai Riset Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) usai mengikuti kegiatan Pengambilan Sumpah PNS dan Pelantikan Jabatan Fungsional lingkup Kementerian Pertanian. Kegiatan khidmat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Ruang AOR BRMP TRI.
Keempat pegawai yang dilantik tersebut merupakan pejabat fungsional tertentu yang telah berhasil mengisi formasi pengadaan pada tahun 2025. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ini diselenggarakan secara hybrid. Pusat kegiatan luring berlangsung di Gedung F Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, sementara satuan kerja (satker) yang berada di luar wilayah Jabodetabek—termasuk BRMP TRI—mengikuti seluruh rangkaian acara secara daring dari unit kerja masing-masing.

Momen pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi langkah awal yang sangat krusial bagi para pegawai dalam mengemban amanah abdi negara seutuhnya. Dalam arahannya, Wakil Menteri Pertanian berpesan agar seluruh pegawai jajaran Kementerian Pertanian senantiasa jeli dalam memanfaatkan setiap peluang, berani berinovasi, dan memberikan kinerja yang luar biasa.
Tugas pokok ini ditekankan sebagai bagian dari tanggung jawab besar para ASN terhadap bangsa, terutama dalam upaya memperkuat dan melanjutkan sejarah swasembada pangan di Indonesia.

Wakil Menteri Pertanian juga memberikan penekanan khusus terkait makna status pegawai negeri. Beliau mengingatkan bahwa peralihan status menjadi PNS bukanlah sekadar perubahan status Aparatur Sipil Negara (ASN) secara administratif di atas kertas.
"Status PNS menjadi langkah awal dalam memberikan dedikasi dan kontribusi secara profesional, disiplin, dan berintegritas," tegasnya.
Melalui pelantikan ini, diharapkan seluruh jajaran pegawai, khususnya pejabat fungsional yang baru saja dilantik di lingkungan BRMP TRI, mampu memberikan kerja nyata dan berdampak positif. Dedikasi tersebut sangat dibutuhkan untuk terus memacu peningkatan produksi pertanian, menjaga stabilitas ketahanan pangan nasional, serta secara konsisten mendorong terwujudnya cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
