• Jl. Raya Pakuwon Km 2 Parungkuda
  • (0266) 6542181
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/Juknis
    • Infografis
    • Jurnal
    • Buletin
    • Sirkuler
      • Sirkuler Inovasi Tanaman Industri dan Penyegar
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
625 dilihat       14 September 2023

Syafaruddin: Kapasitas Indonesia dalam Menghasilkan Benih Tebu Berkualitas

Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Syafaruddin, PhD, menggarisbawahi kemampuan Indonesia dalam menghasilkan benih dan bibit berkualitas tinggi, termasuk benih tebu. Pernyataan ini diberikan saat penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara Kementerian Pertanian dan PT Rejoso Manis Indo (RMI), yang bertujuan untuk mengembangkan benih tebu unggul yang memenuhi standar melalui teknik kultur jaringan.

Syafaruddin menekankan, "Indonesia memiliki kapasitas yang sangat baik dalam menghasilkan benih dan bibit unggul untuk perkebunan, termasuk tebu," saat berbicara dengan Agronet pada tanggal 13 September 2023.

Beliau juga menyatakan bahwa kemampuan ini didukung oleh tenaga ahli yang memiliki pendidikan tinggi dan fasilitas laboratorium yang lengkap. Sebagai lulusan dari University of Tsukuba, Jepang, Syafaruddin yakin bahwa benih yang dihasilkan di Indonesia memiliki daya saing di pasar komersial karena telah memenuhi standar nasional yang ketat.

Di samping itu, Kepala Balai Pengujian Standard Instrumen Tanaman Pemanis dan Serat, Dr. Andy Wijanarko, SP, MSi, mengungkapkan bahwa mereka mampu menghasilkan enam juta plantlet generasi pertama setiap tahun, yang dikenal dengan kode G-0.

Sa'at ini, klien mereka masih berada dalam tahap penangkaran. Plantlet ini ditanam oleh para penangkar dan berubah menjadi bibit yang digunakan oleh petani untuk ditanam di kebun tebu giling (KTG). Hasil dari KTG selanjutnya diserahkan ke pabrik gula untuk diolah menjadi gula dan produk lainnya. Berbagai varietas benih yang dihasilkan memiliki kemampuan rata-rata untuk memproduksi hingga 100 ton per hektar.

"Kami telah merilis tujuh varietas tebu sejak tahun 2018," ungkap Koordinator Program dan Evaluasi BSIP, Dr. Sri Suhesti, SP, MP.

Keunggulan produk benih/bibit ini telah menarik perhatian PT RMI untuk menjalin kerja sama dengan BSIP Perkebunan. Wakil Direktur Utama PT RMI, Syukur Iwantoro, yakin bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan benih dan bibit berkualitas dan menegaskan bahwa pernyataan tentang kendala pengadaan benih-bibit berkualitas di dalam negeri dalam industri gula berbasis tebu adalah tidak benar, terutama jika benih dan bibit tersebut telah memenuhi standar nasional.

"Terlebih lagi, ketika sudah memiliki standar nasional, kita dapat merasa optimis bahwa industri gula, dari tahap hulu hingga hilir, akan kembali berjaya. Swasembada gula tampaknya berada di depan mata," tambahnya.

Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) Perkebunan adalah lembaga sertifikasi independen yang merupakan bagian dari Badan Standardisasi Instrumen Perkebunan (BSIP) di bawah Kementerian Pertanian. BSIP didirikan pada 21 September 2022, dengan salah satu tujuan utamanya adalah menyediakan benih yang telah memenuhi standar dan bersertifikat.

Benih/bibit yang memenuhi standar dan bersertifikat memiliki peran penting dalam menjamin mutu keamanan pangan dan meningkatkan daya saing produk pertanian. Selain untuk tanaman tebu dan perkebunan, BSIP juga berperan dalam produksi benih/bibit untuk tanaman pangan, hortikultura, dan peternakan, sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian produksi nasional.

 

Sumber:

Deden: Indonesia Sangat Mampu Hasilkan Benih Tebu Berkualitas

Prev Next

- administrator


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Menguak Potensi Flavonoid dan Tanin sebagai Garda Terdepan Biopestisida Nabati
    06 Feb 2026 - By administrator
  • Thumb
    Mengenalkan Keistimewaan Kopi Binturong di Negeri Sakura
    03 Feb 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI Gelar Sosialisasi Aplikasi MyASN dan Indeks Profesionalitas ASN
    29 Jan 2026 - By administrator
  • Thumb
    Serah Terima Jabatan Kepala IP2MP Cahaya Negeri BRMP TRI
    29 Jan 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Koperasi Garudayaksa Nusantara
    28 Jan 2026 - By administrator

tags

Perkebunan

Kontak

(0266) 6542181
082127038923 (WA)
[email protected]

Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda, Sukabumi 43357 Jawa Barat Indonesia

https://tanamanindustri.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar. All Right Reserved