Sinergi dan Kolaborasi: Tim I-CARE BRMP TRI Matangkan Persiapan Digitalisasi Kebun Kopi di Lampung
Dalam rangka mengakselerasi transformasi digital di sektor perkebunan, Kementerian Pertanian melalui Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) melaksanakan rangkaian kunjungan kerja dan koordinasi strategis di Provinsi Lampung. Kegiatan yang berlangsung pada 19 hingga 22 Juli 2026 ini merupakan bagian dari implementasi program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (I-CARE). Fokus utama dalam kunjungan kerja ini adalah mematangkan persiapan program "Digitalisasi Registrasi Kebun Kopi Robusta dalam Mendukung Ketelusuran Produk Kopi Lampung".
Rangkaian kegiatan diawali dengan konsolidasi teknis bersama BRMP Lampung, yang kemudian dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tanggamus. Sinergi lintas instansi ini dibangun untuk menyelaraskan rencana pelaksanaan sensus digital serta pemetaan batas lahan (geotagging poligon) secara presisi di wilayah sasaran program. Koordinasi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan kelancaran administrasi dan operasional di tingkat daerah.
Guna memastikan kesiapan instrumen pendataan dan petugas di tingkat tapak, tim BRMP TRI meninjau secara langsung tiga Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang menjadi fokus lokasi I-CARE di Kabupaten Tanggamus, yaitu BPP Air Naningan, BPP Pulau Panggung, dan BPP Ulu Belu. Pada ketiga titik tersebut, tim mematangkan persiapan teknis pengumpulan data lapangan. Pengumpulan data akan menggunakan kuesioner digital terstruktur yang terbagi ke dalam lima blok utama, meliputi identitas digital petani, informasi geospasial lahan, profil tanaman, manajemen pemeliharaan, hingga akses pasar. Mengingat kendala geografis di area perkebunan, aplikasi pendataan yang digunakan mengusung arsitektur offline-first sehingga enumerator tetap dapat menyimpan data meskipun berada di area tanpa sinyal seluler (blank spot).
Sebagai agenda penutup, tim BRMP TRI melangsungkan koordinasi teknis dengan Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Kunjungan ini dikhususkan untuk berkoordinasi dengan pihak ITERA selaku mitra strategis dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi. Kolaborasi ini ditujukan untuk membangun arsitektur basis data (database) dan dasbor eksekutif guna menerbitkan identitas digital tunggal (Digital ID) bagi para pekebun.
Melalui pelaksanaan program I-CARE, pemerintah berharap dapat mewujudkan sistem ketertelusuran penuh (Full Traceability) untuk komoditas kopi robusta dari hulu hingga ke tingkat eksportir. Basis data ini akan menghasilkan pelabelan QR Code unik pada setiap kebun yang terdaftar, berfungsi sebagai paspor digital yang sah untuk memenuhi standar ekspor internasional serta mematuhi ketentuan European Union Deforestation Regulation (EUDR).