• Jl. Raya Pakuwon Km 2 Parungkuda
  • (0266) 6542181
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Jurnal
    • Buletin
    • Sirkuler
      • Sirkuler Inovasi Tanaman Industri dan Penyegar
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
130 dilihat       13 April 2026

Inovasi Teknologi Ekstraksi Minyak Nabati: Kunci Optimasi Hilirisasi Bioindustri Perkebunan

Ekstraksi minyak nabati merupakan tahapan krusial dalam pengolahan hasil perkebunan untuk mengubah biomassa mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti bahan bakar nabati (BBN), produk farmasi, dan bahan baku industri lainnya. Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMPTRI) telah melakukan serangkaian riset intensif untuk menstandarisasi metode ekstraksi pada berbagai komoditas unggulan seperti kemiri sunan, nyamplung, kakao, dan biji karet. Secara umum, teknik ekstraksi yang dikembangkan meliputi metode mekanis melalui pengepresan (hydraulic press dan screw press) yang sangat efisien untuk bahan berkadar minyak tinggi (30–70%), serta metode kimiawi menggunakan pelarut organik seperti heksana untuk mencapai rendemen maksimal.

Seluruh proses ekstraksi dilakukan menekankan pentingnya manajemen pra-pengolahan guna menjamin kuantitas dan kualitas minyak kasar yang dihasilkan. Riset menunjukkan bahwa penanganan pascapanen, seperti pengupasan kulit buah (decorticating) dan pengeringan kernel hingga mencapai kadar air optimal (misalnya <7% pada kemiri sunan), sangat menentukan warna dan kadar asam lemak bebas (ALB) minyak. Sebagai contoh, kernel kemiri sunan yang berwarna putih jernih melalui pengepresan presisi mampu menghasilkan rendemen minyak hingga 53%, jauh lebih tinggi dibandingkan pengolahan biji utuh yang hanya menghasilkan sekitar 30% minyak berwarna gelap. Standarisasi ini memastikan bahan baku memenuhi kriteria untuk diproses lebih lanjut tanpa merusak mesin industri.

Hilirisasi hasil ekstraksi minyak nabati ini juga diarahkan pada konsep bioindustri berkelanjutan berbasis zero waste. Minyak nabati yang telah diekstrak kemudian dimurnikan melalui proses degumming (pemisahan getah) dan netralisasi sebelum dikonversi menjadi biodiesel (B100) melalui reaksi transesterifikasi menggunakan reaktor khusus hasil rekayasa teknologi. Selain itu, dilakukan eksplorasi diversifikasi produk non-energi, di mana minyak kasar diolah menjadi biopestisida nabati, pelumas, sabun, hingga senyawa anti-karsinogenik untuk kebutuhan farmasi. Sisa ekstraksi berupa bungkil pun tidak dibuang, melainkan diproses kembali menjadi biogas dan pupuk organik kaya nutrisi, menciptakan siklus produksi yang ramah lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi petani.

 

Sumber:

Aunillah, A., & Pranowo, D. (2012). Karakteristik Biodiesel Kemiri Sunan [Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw] Menggunakan Proses Transesterifikasi Dua Tahap. Buletin RISTRI, 3(3), 193–200.


Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Industri dan Penyegar. (2024). Kemiri Sunan: Sumber Energi Terbarukan. Sukabumi: BSIPTRI.


Herman, M., & Pranowo, D. (2011). Karakteristik Buah dan Minyak Kemiri Minyak (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw) Populasi Majalengka dan Garut. Buletin RISTRI, 2(1), 21–28.


Listyati, D. (2009). Biaya Produksi Pembuatan Biodiesel. Dalam Bunga Rampai Kemiri Sunan Penghasil Biodiesel. Sukabumi: Balittri.


Pranowo, D., & Herman, M. (2016). Pengaruh Daya Tekan dan Warna Kernel Terhadap Rendemen Minyak Kemiri Sunan. Dalam Bunga Rampai Kemiri Sunan Penghasil Biodiesel. Sukabumi: Balittri.


Towaha, J., & Tjahjana, B. E. (2013). Diversifikasi Kegunaan Minyak Kasar. Dalam Bunga Rampai Tanaman Industri Potensial Penghasil Biodiesel dan Bioetanol. Sukabumi: Balittri.

 

Prev Next

- administrator


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Seminar Tengah Tahun Tahun Anggaran (TA) 2026 BRMP TRI
    28 Jul 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI dan Universitas Indonesia: Sharing Knowledge Pengembangan Energi Berkelanjutan
    17 Jul 2026 - By administrator
  • Thumb
    Sosialisasi Document Management System (DMS) dan Cloud Storage Kementerian Pertanian
    14 Jul 2026 - By administrator
  • Thumb
    Akselerasi Profesionalisme, PPPK BRMP TRI Ikuti Orientasi Kurikulum II Kementerian Pertanian
    10 Jul 2026 - By administrator
  • Thumb
    BRMP TRI Sosialisasikan Implementasi SPI dan Penanganan Benturan Kepentingan
    07 Jul 2026 - By administrator

tags

Biodiesel Bioindustri Ekstraksi Minyak Kemiri Sunan Pengolahan Hasil Zero Waste

Kontak

(0266) 6542181
08139902670 (WA)
[email protected]

Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda, Sukabumi 43357 Jawa Barat Indonesia

https://tanamanindustri.brmp.pertanian.go.id

© 2026 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar. All Right Reserved